EDUCATION IS AN ACT AF LOVE- Paolo Freire

Manusia adalah individu yang unik, ternyata kata-kata itu yang slama ini mengilhamiku untuk melanjutkan cita-citaku mengajar anak-anak seberapapun bandelnya mereka, sesusah apapun materi pelajaran masuk ke sistem ingatan mereka, sebadung apapun tingkah mereka. Mungkin itu juga yang dirasakan bapak-ibu guruku dulu? Kalimat yang pertama kali ku dengar saat kuliah bu Endang dan kebetulan ku dengar lagi dari bu Yenny. Dua orang yang memiliki pengetahuan yang ku anggap cukup mengenai dunia pendidikan dan psikologi.

Lalu apa yang unik dari manusia sehingga perlakuan yang diberikan pada setiap individu menjadi berbeda?

Pertanyaan inilah yang belum terjawab dengan tuntas. Dulu saat kuliah hal ini tidak dibahas dengan tuntas sesuai kebutuhanku saat ini(atau memang waktu itu bolos). Sempat terjawab dalam training MBTI di 3A Children Center. Permasalahan ini masih tetap mengganjal di benak.

Sekilas MBTI :

Manusia dibagi menjadi 4 bagian dan masing-masing bagian terdiri dari 2 kelompok.

1. Extrovert (E) vs. Introvert (I).

Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka bergaul, menyenangi interaksi sosial dengan orang lain, dan berfokus pada the world outside the self. Sebaliknya tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menutut interaksi semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif.

2. Sensing (S) vs. Intuitive (N).

Tipe dikotomi kedua ini melihat bagaimana seseorang memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, factual facts, dan melihat data apa adanya. Sensing adalah concrete thinkers. Sementara tipe intuitive memproses data dengan melihat pola dan impresi, serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Intutive adalah abstract thinkers.

3. Thinking (T) vs. Feeling (F).

Tipe dikotomi yang ketiga ini melihat bagiamana orang berproses mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan.

4. Judging (J) vs. Perceiving (P).

Tipe dikotomi yang terakhir ini ingin melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging disini bukan berarti judgemental (atau menghakimi). Judging disini diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak secara sekuensial (tidak melompat-lompat). Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, adaptif, dan bertindak secara random untuk melihat beragam peluang yang muncul.

Lengkapnya lihat sini

Berdasarkan ke 8 kelompok tersebut dapat dibuat 16 macam kombinasi yang berbeda : Lihat tabel

Secara singkat pertanyaan tentang apa yang membuat manusia unik dapat terjawab tapi masih ada berbagai aspek dalam keunikan manusia.

Lalu dimana letak cinta dalam pendidikan itu?

Paolo freire dalam educations of the opressed menuliskan pendidikan gratis atau dapat dikatakan murah bagi kaum tertindas, bangsa jajahan, kaum yang lemah karena penguasa merupakan hak. Cinta dalam pendidikan dapat disalurkan dengan mengajar mereka yang tertindas untuk bangkit dan melawan ketertindasan.

Uang? Seharusnya tak ada tempat bagi kata itu kecuali dalam buku-buku teks dan ilmu praktis. Tak ada tempat bagi kata uang dan biaya pendidikan dalam satu konteks kalimat. Dalam buku mungkin tapi tidak dalam pelaksanaan. Walaupun pendidikan murah tak selamanya menjamin mutu namun konteks uang dan biaya pendidikan seharusnya tidak boleh menjadi satu. Apalagi kalimat uang dengan mutu pendidikan seharusnya tidak boleh ada.

Satu-satunya hal yang boleh dikaitkan dengan mutu pendidikan adalah semangat! Rendahnya mutu seharusnya merupakan imbas dari ketiadaan semangat juang di kalangan pendidikan (Pendidik, peserta  didik, orang tua dan pemegang kekuasaan) semua pihak dan bukan uang! Cinta yang menentukan baik buruk pendidikan kita.

Cinta pada murid, pada pendidikan, pada pengabdian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s