Salahkan Televisi yang Anda Tonton Tanpa Syarat

Tayangan-tayangan yang ada disekitar kita akhir-akhir ini semakin mengenaskan. Setelah beberapa anak terbunuh oleh Smackdown, sekarang giliran Naruto yang dituduh telah membunuh beberapa anak di bumi nusantara ini. Berbagai jurus yang ditampilkan memang tidak sesuai dengan bayangan ninja pada benak kita. Mungkin mengikuti perkembangan jaman kali ya? Seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tidak hidup di dunia cinderella ( liat Kick Andi).
Sebentar lagi mungkin akan ada anak yang mati keracunan karena memakan buah-buahan “aneh” yang mereka temui agar bisa jadi Luffi si bajak laut di One Peace. Tidak pula menutup kemungkinan para perajin pedang akan kebanjiran order. Bukan oleh orang dewasa yang bersiap akan perang menjelang pemilu 2009 meski kemungkinan itu ada. Namun order yang datang dari anak-anak yang memesan pedang dengan tepi terbalik seperti yang dimiliki Batosai sang Penyayat (Kenshin Himura) yang ada dalam karakter samurai X.
Apa yang terjadi sebenarnya? Siapa yang LEBIH BERSALAH dalam rentetan kejadian itu? Jika sampai tokoh Batosai dipersalahkan atas kematian seorang anak kelak maka saya hanya akan mengatakan betapa bodohnya orang yang melakukan itu. Sebagai orang yang sedang hampir mengakhiri masa remaja, saya pernah menjadi penggemar batosai ketika dia masih di SCTV beberapa tahun lalu. Tidak hanya sekedar menonton dengan setia, saya juga menonton sampai tamat alias episode terakhir yang ditayangkan. Pada saat itu, tidak satupun berita tentang kematian anak menyangkut batosai ini.
Pola ajar orang tua dalam mendidik anak menjadi penentu sikap anak terhadap apa yang ditontonnya. Saat saya kecil, saya lebih suka bermain sepakbola daripada bermain pedang seperti batosai. Orang tua pun menghendaki untuk lebih bersosialisasi dengan olahraga. Berbeda dengan anak-anak masa ini yang menjadi “korban” orang tua masing-masing. Baik dalam bermain maupun menikmati masa kanak-kanak.
Ketika para orang tua ‘terjebak’ dalam peniruan Tv maka mau tidak mau anak akam meniru mereka. Saat para ibu, baby sitter dan pembantu meniru gaya busana, perilaku dan gaya hidup sebagaimana acara talent show atau sinetron yang mereka tonton, anak -anak akan mengikuti gaya tokoh idola mereka.
Hanya sebuah pesan untuk keluarga, dampingilah anak-anak anda dalam menonton tayangan tv, beri kebebasan namun beri tanggungjawab, motivasi positif akan selalu berguna. SEBELUM ANAK – ANAK ANDA MEMESAN PEDANG SISI TERBALIK DAN MENJADI BATOSAI.

2 thoughts on “Salahkan Televisi yang Anda Tonton Tanpa Syarat

  1. lumayan bro, emang gitu seh keadaannya. yang kejam tuh indosiar. masak acara mulai jam 6 sore selesai jam 2.15 pagi. yang nyanyi cuman sule, rina, ma annisa dan soulmatenya. parah ga tuh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s