Mengamati FPI

Kekerasan yang terjadi selama ini membuat citra Indonesia semakin terpuruk dimata dunia internasional. Semakin maraknya kasus-kasus kekerasa baik oleh sesama warga sipil maupun oleh aparat militer menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi.

Baru-baru ini saya dikejutkan oleh pemberitaan tentang “KEKEJAMAN” FPI yang mendzalimi warga di Ciamis Jawa Barat. Hak-hak warga masyarakat yang dilindungi oleh Undang-undang kenapa bisa dianiaya begitu saja. Benarkah FPI merupakan suatu organisasi berdasarkan ISLAM?

Hal inilah yang saya coba amati meskipun hanya sebatas melihat dari beberapa pemberitaan.

Jika benar FPI merupakan organisasi yang berdasarkan agama Islam kenapa mendzalimi orang lain saat mereka diwajibkan untuk menahan nafsu. Apakah puasa hanya menahan lapar dan haus?

Dan diwajibkan kepadamu untuk berpuasa seperti orang-orang sebelum kamu supaya kamu bertakwa (Al-Baqarah 183)

Kewajiban untuk berpuasa adalah agar orang-orang yang beriman menjadi bertakwa. Perintah ini tidak ditujukan kepada seluruh manusia, hanya untuk orang-orang yang beriman saja! Dan tidak ada perintah untuk menghajar orang-orang yang tidak berpuasa. Adakah Tuhan mengutus Muhammad sebagai contoh untuk berbuat dzalim? Ataukah Tuhan mengutusnya untuk menjdai Rahmatan Lil Alamin

“Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya,” (QS Fathir [35]: 18)

Jika memang apa yang dilakukan FPI itu merupakan tindakan yang benar, maka sangat mulialah perbuatan mereka yang memperjuangkan semua orang agar tidak menanggung dosa. Tetapi apakah cara yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang disyariatkan?

Jawabannya tentu saja TIDAK

Sebatas pengetahuan awam saya bahwa dalam beberapa ayat Quran, ada yang berbunyi

“Bagimu Agamamu bagiku agamaku”

Kemudian, Rasulullah sendiri sangat demokratis.

Jika benar apa yang dilalkukan berdasarkan tuntunan maka akan ada cerita Muhammad SAW menghajar bahkan membunuh pamannya sendiri karena tidak puasa. Bagaimana mau puasa, Islam saja tidak mau. Itu rasul, kita hanya sebagai umat kenapa harus berlaku kasar dan kejam sedangkan kita diberi contoh lemah lembut dan penyayang.

Perlu kita ingat bahwa kita hanya punya kewajiban mengingatkan dan tidak punya hak menghakimi. Benarkah Ibadah kita sudah sehebat itu untuk menghakimi?

Tulisan ini sebagai luahan isi hati dan pikiran demi kemajuan diri

Pengingat tentang kematian

One thought on “Mengamati FPI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s