Naff-Bila Aku Pulang

August 24, 2007 at 6:53 pm (Lyrics)

Sambut aku, dengan senyummu,bila aku pulang
Peluk aku, usap peluhku, ringankan beban di pundakku

[#:]
T’lah jauh ku berjalan, mengarungi sang waktu,
hanya un-tuk-mu
Coba ku petik bintang, lalu ku bawa pulang
itu hanya untukmu
Sambut aku, dengan cintamu, saat aku pulang

Sentuh aku, basuh perihku, hilangkan letih di tubuhku~

[#]

[Reff:]
Ku ingin kau, jadi tempat,
dimana aku bersandar dari penat letihku
Ku ingin kau, jadi tempat,
dimana aku berhenti ‘tuk tanamkan jiwaku
[#] ~~


[Reff]
Ku ingin kau, jadi tempat,

dimana aku bersandar dari penat letihku
Ku ingin kau, jadi tempat,
dimana aku berhenti ‘tuk tenangkan jiwaku

~ [Reff]

Permalink Leave a Comment

Greenday-Jesus Of Suburbia

August 24, 2007 at 6:43 pm (Lyrics)

[Part 1]
I’m the son of rage and love
The Jesus of suburbia
From the bible of none of the above
On a steady diet of .
Soda pop and Ritalin
No one ever died for my- sins in hell
As far as I can tell
At least the ones I got away with

But there’s nothing wrong with me
This is how I’m supposed to be
In a land of make believe
That don’t believe in me
Get my television fix
Sitting on my crucifix
The living room of my private womb
While the moms and Brads are away.
To fall in love and fall in debt
To alcohol and cigarettes
And Mary Jane to keep me insane
And doing someone else’s cocaine

And there’s nothing wrong with me

This is how I’m supposed to be
In a land of make believe
That don’t believe in me
[Part 2: City Of The Damned]
At the center of the Earth
In the parking lot
Of the 7- 11 where I was taught
The motto was just a lie
It says home is where your heart is
But what a shame
Cause everyone’s heart
Doesn’t beat the same
It’s beating out of time
City of the dead
At the end of another lost highway
Signs misleading to nowhere
City of the damned
Lost children with dirty faces today
No one really seems to care
I read the graffiti
In the bathroom stall
Like the holy scriptures of a shopping mall,
And so it seemed to confess.
It didn’t say much
But it only confirmed that
The center of the earth
Is the end of the world
And I could really care less
City of the dead
At the end of another lost highway
Signs misleading to nowhere
City of the damned
Lost children with dirty faces today
No one really seems to careeeeee
[Part 3: I don't care]
I don’t care if you don’t
I don’t care if you don’t
I don’t care if you don’t care[x4]
I don’t careeeeeeeeee
Everyone is so full of shit
Born and raised by hypocrites
Hearts recycled but never saved
From the cradle to the grave
We are the kids of war and peace
From Anaheim to the middle east
We are the stories and disciples
Of the Jesus of suburbia
Land of make believe
That don’t believe in me
Land of make believe
And I don’t believe
And I don’t care!
I don’t care! [x4]
[Part 4: Dearly beloved]
Dearly beloved are you listening?
I can’t remember a word that you were saying
Are we demented or am I disturbed?
The space that’s in between insane and insecure
Oh therapy, can you please fill the void?
Am I retarded or am I just overjoyed
Nobody’s perfect and I stand accused
For lack of a better word, and that’s my best excuse
[Part 5: Tales of another broken home]
To live and not to breathe
Is to die In tragedy
To run, to run away
To find what you believe
And I leave behind
This hurricane of fucking lies
I lost my faith to this
This town that don’t exist
So I runI run away
To the light of masochist
And I leave behind
This hurricane of fucking lies
And I walked this line
A million and one fucking times
But not this time
I don’t feel any shame
I won’t apologize
When there ain’t nowhere you can go
Running away from pain
When you’ve been victimized
Tales from another broken home
You’re leaving…
You’re leaving…
You’re leaving…
Ah you’re leaving home…

Permalink Leave a Comment

The Rain-Terlalu Indah

August 24, 2007 at 6:39 pm (Lyrics)

Kita harus, menerima bahwa,
memang tak ada kisah yang bisa sempurna
Seperti yang, s’lalu diimpikan,
dan mimpi tak s’lalu jadi kenyataan

Ada awal, dan ada akhirnya,
yang mungkin tak dapat terurai semua
Ada duka, ada bahagia,
yang mungkin tak akan pernah dapat terlupa
Dan hati ku berkata

[Reff:]
Selamat jalan kekasih,
manis yang berujung perih,
kisah yang sungguh terlalu indah,
kini semua berakhir sudah

Selamat jalan kekasih,
walau teramat sangat perih,
namun aku pasti coba,
untuk jalani ini semua

[Interlude]

[Reff]

untuk jalani ini (x3), semua

[Reff until Fade Out]

Permalink Leave a Comment

The Rain-Tolong Aku

August 24, 2007 at 6:38 pm (Lyrics)

Tolong aku, sahabatku
Dengarkan jerit hatiku
Tentang dia, tentang dia
Masih s’lalu tentang dia
Ajak aku, bersamamu
Kemanapun engkau mau
Tenangkan aku, tenangkan aku
Sabarlah tenangkan aku

[#:]
Yang pernah membuatku merasa sempurna
Hingga aku pun menjanjikan semuanya
Namun ternyata mimpi yang dia punya
Berbeda, berbeda…

[Reff:]
Aku tak’kan bisa, hidup tanpa dia
Dia yang membuat, aku bahagia
Tolong aku untuk, melupakan dia
Sungguh hanya itu, yang aku pinta

[#] ~~ [Reff]
[Interlude]

Ajak aku, bersamamu

Permalink Leave a Comment

Five For Fighting-Superman (It’s Not Easy)

August 24, 2007 at 6:32 pm (Lyrics)

[Verse 1]
I can’t stand to fly,
I’m not that naive
I’m just out to find,
the better part of me

[Chorus 1]
I’m more than a bird,I’m more than a plane
I’m more than some, pretty face, beside a train
And it’s not easy, to be~ me

[Verse 2]
Wish that I could cry,
fall upon my knees
Find a way to lie,
’bout a home I’ll never see

[Chorus 2]
It may sound absurd, but don’t be naive
Even Heroes have, the right to bleed
I may be disturbed,but won’t you concede
Even Heroes have, the right to dream
And it’s not easy, to be~ me

[Bridge]
Up, up and away away from me, but it’s all right
You can all sleep sound tonight
I’m not crazy
Or anything…

[Verse 3]
I can’t stand to fly,
I’m not that naive
Men weren’t meant to ride,
with clouds between their knees

[Chorus 3]
I’m only a man, in a silly red sheet,
digging for, kryptonite on this one way street
Only a man, in a funny red sheet,
looking for, special things inside of me
inside of me~, inside of me (x2)

[Chorus 4]
I’m only a man, in a funny red sheet,I
’m only a man looking for a dream
I’m only a man, in a funny red sheet,
And it’s not easy, hu~hu~hu…
It’s not easy, to be, me…

Permalink Leave a Comment

Acha&Irwansyah-Ada Cinta

August 24, 2007 at 6:24 pm (Lyrics)

Ucapkanlah kasih,
satu kata yang ku nantikan,
sebab ku tak mampu,
membaca mata mu,
mendengar bisik mu

[#]
Nyanyikanlah kasih,
senandung kata hati mu,
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini,
sebab ku meragu pada diri mu

Reff I
Mengapa berat, ungkapkan cinta,
padahal ia ada,dalam rinai hujan,
dalam terang bulan,
juga dalam sedu sedan

Reff II
Mengapa sulit, mengaku cinta,
padahal ia terasa,
dalam rindu dendam,
hening malam, cinta~, terasa ada

[#]
[Reff I & II]

[Interlude]

[Reff I]
[Reff II]
[Reff II]

Permalink Leave a Comment

Naff-Seharusnya Kita

August 24, 2007 at 6:18 pm (Lyrics)

Saat relung hatiku kini mulai terasa
Sepi tanpa ada cintamu dalam hidupku
Semua terasa hampa…
Karena hatimu tak dapat kusentuh

Semakin jauh asaku ini untuk ku gapai
Dalam luka batinku perih teteskan lara
Ketika dirimu jauh…
Isi hatimu telah menjadi miliknya

Seharusnya dunia ini begitu indah
Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku ini bila kau pun milikku
Seharusnya dunia ini punya kita berdua


Semakin jauh asaku ini untuk ku gapai
Dalam luka batinku perih teteskan lara
Ketika dirimu jauh…
Isi hatimu telah menjadi miliknya

Seharusnya dunia ini begitu indah
Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku ini bila kau pun milikku
Seharusnya dunia ini punya kita berdua
Seandainya kau tahu perih di dalam hatiku

Apakah kau merasakan apa yang kurasa
Seharusnya dunia ini begitu indah

Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku ini bila kau pun milikku
Seharusnya dunia ini punya kita berdua
Seharusnya dunia ini begitu indah

Seharusnya hidupku ini penuh bermakna
Takkan gundah jiwaku bila kau bersamaku
Takkan perih batinku ini bila kau pun milikku

Permalink 1 Comment

LETTO-Sebelum Cahaya

August 24, 2007 at 6:03 pm (Lyrics)

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

Permalink Leave a Comment

MERDEKA

August 16, 2007 at 11:26 am (WHATEVER IN MIND)

Merdeka? aku bahkan belum dijajah, atau sudah?

aku tak tahu arti kemerdekaan itu

kata orang merdeka itu tidak dijajah

kata orang merdeka itu bebas

tapi

aku belum bebas, aku masih terbelenggu

apakah aku belum cukup merdeka?

maaf ibu pertiwi, aku belum merdeka

 

mungkin merdeka hanya anganku saja

Permalink Leave a Comment

Guru dan Mutu guru

August 12, 2007 at 7:18 pm (EDUCATION)

Sebagian guru dianggap mutunya rendah. Benarkah demikian? Masalah rendahnya mutu sekolah di Indonesia ini sudah sangat sering dikeluhkan masyarakat.hal ini peranan guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan. Dengan kata lain, rendahnya mutu sekolah di pandang mempunyai kaitan langsung dengan rendahnya mutu guru.Orang tua melihat suatu sekolah terutama dilihat dari mutu gurunya, sebab mutu guru yang rendah menyebabkan mutu sekolah yang rendah pula.Belum tantu dengan adanya sarana dan administrasi yang begitu memadai dapat meningkatkan mutu sekolah. Peningkatan kesejahteraan (gaji) guru lebih mampu meningkatkan mutu dari pada melalui penyadiaan sarana.di Indonesia bahkan masih banyak sekolah yang kebutuhan minimal sarana pendidikan saja juga belim terpenuhi. Sesungguhnya mutu sekolah bukan saja masalah yang dihadapi oleh negara-negara berkembang. Lantas masalah apa sajakah yang sebenarnya dihadapi oleh negara-negara berkembang? Apakah mutu guru yang rendah termasuk salah satu masalah yang dihadapi? Apakah penyebab mutu guru itu rendah?
Sarana dan fasilitas pendidikan merupakan masalah bagi negara-negara berkembang terutama di Indonesia. Hingga saat ini Indonesia masih merupakan negara yang rendah tinhkat pendidikannya disbanding negara- negara lain. hal ini dapat disebabkan kurangnya sarana dan fasilitas pendidikan, apalagi masih banyak sekolah yang sarana pendidikannya saja belum terpenuhi. Sarana dan fasilitas dapat menunjang semangat belajar siswa apalagi dizaman yang modern saat ini, sehingga dapat dikatakan bahwa dengan adanya sarana dan fasilitas yang memadai dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dapat dipastikan apabila sarana dan fasilitas pendidikan yang memadai akan menciptakan generasi yang lebih berpotensi dan lebih tinggi tingkat pendidikannya. Disamping itu ternyata mutu guru jugu menjadi salah satu unsur yang menentukan munculnya generasi muda yang berprestasi. Dapat dikatakan tinggi rendahnya mutu sekolah juga dilihat dari tinggi rendahnya mutu guru. Dengan adanya sarana yang memadai belum tentu dapat meningkatkan mutu sekolah tanpa adanya mutu guru yang tinggi, karena dengan peningkatan kesejahteraan guru lebih mampu meningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana.
Menyoal adalah mempermasalahkan tentang suatu hal. Dalam konteks ini yang dipermasalahkan adalah guru dan mutu yang seharusnya dimiliki. Guru merupakan salah satu unsur yang dianggap sangat menentukan tinggi rendahnya mutu sekolah. Dalam kebutuhan minimal sarana dan fasilitas pendidikan yang relatif terpenuhi nampak bahwa investasi biaya pendidikan melalui peningkatan kesejahteraan guru lebih mampu meningkatkan mutu daripada melalui penyediaan sarana. Apabila dilihat dari segi pelaku persoalan mendasar dari mutu pendidikan adalah kesejahteraan guru. Kesejahteraan meliputi aspek material dan nonmaterial. Nonmaterial misalnya kemudahan naik pangkat, suasana kerja yang sejuk dan perlundungan hukum. Adapun yang termasuk kesejahteraan material adalah gaji, tunjangan dan insentif lainnya. Aspek material khususnya gaji yang harus secara jujur diakui masih sangat minim. Selama ini banyak guru yang mengeluhkan gaji yang terlalu rendah. Hal ini merupakan salah satu alasan kurang optimalnya kinerja guru dalam memberikan suatu pengajaran. Suatu ironi memang, ketika semua pihak berusaha memajukan pendidikan, gaji guru justru menjadi faktor penghambat utama kemajuan tersebut. Alokasi anggaran sebesar 20% pun bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Ketika banyak kebutuhan yang harus dipenuhi maka anggaran sebesar itu akan dianggap sebagai suatu kesia-siaan belaka. Satu hal yang luput ketika membicarakan mutu guru adalah kualitas yang dimiliki. Ketika kurangnya gaji begitu dipermasalahkan maka kualitas yang sesuai untuk mendapatkan gaji kurang diperhatikan.
Kenaikan gaji cenderung hanya upaya mengimbangi laju inflasi. akibatnya secara riil daya beli para guru umumnya tidak banyak meningkat. Walaupun secara langsung tidak berpengaruh terhadap kualitas guru, tetapi gaji guru dan mutu pendidikan memang tidak terpisahkan. Dinegara-negara lain yang tingkat pendidikannya lebih tinggi, misal Malaysia, mengajarkan bahwa prestasi kerja merupakan fungsi dari imbalan. Makin tinggi imbalan maka makin tinggi kesungguhan, komitmen dan prodiktivitas karja serta makin kecil kemungkinan adanya indisipliner (tindakan tidak taat dengan peraturan yang ada). Belajar dari negara-negara yang tinggi tingkat pendidikannya itulah disediakan sekitar seperempat lebih anggaran untuk sektor pendidikan dan dari jumlah itu sebagian besar adalah untuk kesejahteraan guru. Jika gaji guru meningkat maka akan meningkatkan pula status guru, sehingga mampu menarik calon-calon guru yang berkualitas.
Lembaga pendidikan guru bukanlah idola calon mahasiswa atau orangtua, sebab dalam masyarakat yang cenderung melihat kemampuan ekonomi sebagai ukuran status sosial status guru diamggap “kurang baik” karena pendapatannya rendah. Karena itu jabatan guru tidak menarik minat banyak orang dan jiga tidak menarik bagi para putra-putri terbaik bangsa. Adanya kesempatan untuk menjadi guru yang sempit karena lembaga-lembaga pendidikan justru lebih mengangkat lulusan fakultas murni lantaran kemampuannya dianggap lebih menyebabkan kualitas dan kuantitas yang masuk lembaga pendidikaan guru juga merosot. Konsekuensinya mutu lulusan atau calon guru yang dihasilkan merosot pula, akibatnya mutu pendidikan akan terus merosot pula. Melihat kondisi pendidikan saat ini tidak banyak yang dilakukan dalam usaha menarik minat calon bermutu memasuki lembaga pendidikan guru selama faktor status guru tidak dapat diubah atau diperbaiki. Menaikkan pandangan terhadap profesi guru amat terkait dengan kemampuan keuangan pemerintah, Mengingat pada waktu ini sekolah terutama dikelola oleh pemerintah. Barangkali anggapan-anggapan yang kurang menguntungkan bagi pendidikan guru seperti diatas yang menyebabkan calon guru kurang memiliki motivasi yang kuat.
Lebih parah lagi, sebagian yang dididik sebagai calon guru sekarang sebenarnya tidak ingin menjadi guru oleh karena mereka tahu bahwa profesi guru tidak memberikan kesempatan kepaada mereka untuk menjadi pemimpin, memperoleh harta kekayaan yang banyak, kekuasaan yang cukup, atau pengaruh yang luas. Oleh karena itu sampai saat ini profesi guru dirasa sebagai kerja paksa artinya terpaksa jadi guru karena bidang lain tidak bisa menampungnya, tetapi kerja paksa juga dapat diartikan kerja keras tetapi gajinya kecil. Dimasyarakat yang lebih mementingkan pada pemenuhan kebutuhan materi kedudukan atau pekerjaan guru kurang memperoleh nilai tinggi, sebab walaupun tugas guru itu mulia namun tidak memberi keuntungan materi. Berdasarkan kondisi tersebut maka agaknya repot bagi pendidikan guru untuk menangkis serangan atau kritik tentang mutu lulusannya.Masyarakat mengeluh anak-anaknya diajar oleh guru yang kurang bermutu disisi lain dikhawatirkan semakin merosotnya minat calon mahasiswa yang ingin menjadi guru. Keluhan masyarakat dan kekhawatiran tersebut pada akhirnya dialamatkan kepada pemerintah juga.
Selain faktor individu dan pendidikannya, sarana dan prasarana yang disediakan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan baik termasuk sekolah negeri dan swasta tampaknya perlu mendapat perhatian lebih. Saat ini sekolah-sekolah yang ada masih kurang memperhatikan kelayakan sarana dan prasarana yang dimilikinya. Memang tidak semua kebutuhan harus terpenuhi. Semua itu tergatung dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Oleh sebab itu, ketersediaan sarana dan prasarana tiap-tiap sekolah tidak dapat disamaratakan. Namun, untuk pendukung kegiatan belajar-mengajar yang bersifat dasar hendaknya tersedia dengan memadai. Hal ini diperlukan agar aktifitas belajar mengajar dapat berjalan sesuai harapan, sehinga kinerja guru akan lebih optimal.
Memang merupakan suatu dilema dan sangat ironis. Saat kita harus berbicara tentang kualitas pengajar maka sarana dan prasarana menjadi hal yang memegang peranan yang sangat penting. Ini dapat dilihat dari ketersediaan sarana untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Ketika kualitas guru yang ada baik, sarana dan prasarana yang ada di sekolah tidak memadai. Sebaliknya, ada sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai namun guru yang bersangkutan tidak memanfaatkannya. Entah karena tidak mau atau karena tidak memiliki kemampuan. Hal inilah yang seharusnya mulai disikapi oleh kalangan pendidikan sendiri.
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa sampai saat ini memang sudah banyak kebijakan dan strategi untuk memperbaiki mutu sekolah namun hasilnya belum optimal. Jadi sejauh gaji guru masih relatife rendah tampaknya tidak mudah meningkatkan mutu pendidikan. Disitulah titik kelemahan pendidikan di Indonesia, sehingga mutu sekolah sulit ditingkatkan. Oleh sebab itu jika Indonesia benar-benar ingin meningkatkan mutu sekolah, maka sistem penggajian guru secepatnya diperbaiki.
Rendahnya gaji guru saat ini sering disebut sebagai faktor utama penyebab turunnya mutu pendidikan. Namun, benarkah hal itu yang terjadi. Saat ini kita juga harus mulai mempertanyakan kualitas guru secara keseluruhan. Apakah sudah menjadi seorang guru yang profesional ataukah hanya bekerja demi uang. Apakah guru saat ini bekerja dengan menggunakan prinsip do it atau hanya berorientasi pada duit. Itu yang harus kita perrtanyakan. Ketika guru hanya mementingkan duit maka profesi guru hanya dianggap suatu pekerjaan untuk menopang hidup. Guru tidak dianggap sebagai suatu profesi mulia yang akan mendidik generasi penerus bangsa. Sebaliknya, dengan do it maka guru akan memuliakan profesinya sebagai seorang pendidik dan pengajar. Banyak hal selain mengajar yang dapat dilakukan guru untuk mendapat sumber dana. Salah satunya dengan mengadakan penelitian. Di Indonesia masih sangat sedikit guru yang dengan inisiatif sendiri melakuakan penelitian yang berkaitan dengan profesinya. Rata-rata guru hanya mengandalkan gaji yang diterima sebagai sumber pengahasilan. Pola pikir seperti inilah yang harus mulai dirombak untuk mengembangkan pendidikan kita saat ini.
Wiharyanto, A. Kardiyat, 27 Agustus 2005,“Menyoal Guru dan Mutu Guru”, Opini, Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.

Permalink Leave a Comment

Next page »